Skip to content

Proses Lelang Barang/Jasa Pemerintah Diprioritaskan Secara Elektronik

June 15, 2012
16052011135851fotoberita2

JAKARTA— Deputi Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Agus Prabowo menegaskan penerapan sistem pelelangan secara elektronik  (e-procurement) dalam pengadaan barang/jasa pemerintah akan menciptakan tatanan baru dalam pasar pengadaan nasional yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing nasional.

”Melalui penerapan e-procurement pasar pengadaan Indonesia menjadi terintegrasi. Kontraktor dari Jakarta dapat mengikuti tender di Medan, kontraktor dari Bali dapat ikut tender di Jakarta maupun sebaliknya. Dalam prosesnya, tender dapat diikuti oleh ribuan orang tanpa kita tahu identitasnya untuk mencegah penyelewengan,”kata Agus dalam diskusi bersama biro Hukum antar Kementrian/Lembaga ,Selasa (5/10/2011).

Melalui tatanan yang baru, e-procurement dapat menekan penyelewengan dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah. Salah satunya, mengurangi tatap muka antara panitia pengadaan dan penyedia barang/jasa karena semua dilakukan secara elektronik. Terlebih kompetisi yang diikuti oleh banyak penyedia secara fair mampu meningkatkan iklim persaingan usaha secara nasional.

Agus menambahkan, meski Indonesia kini berpenduduk hampir 250 juta dan belum juga mempunyai infrastruktur jaringan yang merata, pasokan listrik yang masih sering padam, dan tidak didukung sumber daya manusia yang profesional namun Indonesia harus tetap terjun ke dunia digital agar tidak semakin tertinggal.

“ Menurut tesis internasional, suka atau tidak kita harus terjun ke era digital device. Jika tidak kita akan mengalami digital defect atau ketertinggalan dan makin jauh tertinggal.” Kata Agus.

Agus menyadari, perlu adanya kerangka dasar yang ditetapkan oleh pemerintah dalam pengembangan sistem e-procurement. Syaratnya, sistem ini harus interoperable dengan sistem yang lain seperti sistem keuangan dan sistem audit elektronik. Selain itu sistem harus bersifat free license, jadi tidak diperlukan biaya untuk membeli aplikasi karena sifatnya yang terbuka (open source).

Integritas data, kerahasiaan,  keamanan, dan retrieval atau penarikan data harus terjamin secara elektronik.  Berbeda dengan pelelangan secara manual,  pelelangan secara elektronik dimulai dari pengumuman, pemasukan dokumen, verifikasi, evaluasi, unweijzing, sampai sanggah dan ini semua harus dilakukan elektronik. “ It’s a different whole game, karena itu sistem ini harus dapat dipercaya, sekali tidak terpercaya sistem ini akan runtuh” tegas Agus.[Gih]

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: