Skip to content

Merubah budaya lama lewat LPSE

June 15, 2012
25052012173222bimapenyedia

Unggah Dokumen Penawaran di Menit terakhir mengakibatkan Koneksi Jammed

Jakarta – Banyaknya keluhan penerapan e-procurement di daerah masih terus terdengar. Berbagai permasalahan muncul karena belum maksimalnya pelayanan pengadaan atau tender secara elektronik. Salah satu keluhan yang paling sering terjadi adalah kesulitan untuk mengunggah dokumen penawaran saat akan mengikuti sebuah proses tender secara elektronik.

Banyak penyedia yang mengeluhkan gagal mengunggah dokumen penawaran di saat akhir batas penawaran karena koneksi internet tiba-tiba lambat atau server LPSE mati. Karena terlambat memasukan dokumen maka otomatis mereka gagal mengikuti lelang. Hal ini lantas menimbulkan kecurigaan di kalangan penyedia bahwa lelang elektronik tersebut telah diatur oleh panitia untuk memenangkan pihak tertentu.

Keluhan seperti ini sering terjadi salah satunya karena mental para penyedia yang masih berpikir seperti mengikuti pelelangan manual. Penyedia lebih memilih memasukan penawaran dokumen di saat-saat akhir pendaftaran lelang. Kerap kali hal ini dilakukan karena penyedia masih memiliki pola pikir dan kecurigaan jika dokumen penawaran miliknya nanti diintip dan dimanfaatkan oleh peserta lain.

Deputi Bidang Monitoring dan Evaluasi LKPP Bima Haria Wibisana mengatakan mental budaya seperti itu sudah tidak bisa lagi diterapkan dalam lelang elektronik. Kebiasaan memasukan penawaran di detik terakhir justru akan merugikan penyedia karena bisa mengakibatkan sistem lelang elektronik yang menggunakan internet overload dan terjadi jammed sehingga dokumen gagal diunggah dan berakibat gagalnya mengikuti lelang.

“Budaya ini belum hilang. Peserta tender masih memiliki pola pikir yang sama. Karena takut dicontek mereka yang mendaftar seringkali memasukan dokumen penawaran di menit-menit terakhir, menjadikan koneksi jaringan overload dan jammed karena banyaknya dokumen yang masuk di saat yang bersamaan.”

Bima yang hadir sebagai narasumber dalam acara Rapat Kerja Nasional Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta (24/05) meyakinkan bahwa pemasukan penawaran dokumen tidak akan bisa dilihat oleh penyedia lain ataupun pihak LPSE selama belum waktunya.

Untuk menjaga kerahasiaan dokumen peserta lelang, LKPP bekerja sama dengan Lembaga Sandi Negara dengan mengenkripsi setiap dokumen penawaran yang diunggah oleh peserta. “Enkripsi dokumen dikerjakan oleh Lembaga Sandi Negara dan diubah dalam bentuk sandi sehingga tidak bisa dibuka sebelum hari-H (saat pembukaan penawaran). Jadi jangan kuatir dengan kerahasiaannya karena dokumen yang masuk sudah dienkripsi, sistem akan memilih mana yang rahasia dan mana yang bisa dilihat oleh publik. Di sini standar keamanannya seperti milik Istana Negara RI.”

Jumlah Penyedia terverifikasi masih sedikit
Data LKPP menyebutkan hingga mei 2012 dari sekitar 2 juta penyedia yang tersebar di Indonesia, 234 ribu diantaranya telah terdaftar di LPSE. Sementara yang telah terverifikasi atau dianggap kredibel sekitar 164 ribu penyedia. Bima menambahkan tidak selalu semua perusahaan besar dianggap kredibel, bahkan ada beberapa perusahaan besar yang kena blacklist karena wanprestasi, namun sebaliknya banyak sekali UKM atau perusahaan kecil yang justru krediblel karena menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Tahun Pembelajaran
Dalam kesempatan yang sama, Bima mengingatkan seluruh peserta Rakernas agar berkomitmen melaksanakan lelang secara elektronik mulai tahun ini seperti yang digariskan dalam Inpres no. 17 tahun 2011 mengenai Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi. “Dalam Inpres dijelaskan, total anggaran belanja yang harus dilakukan melalui lelang elektronik untuk kementerian sedikitnya adalah 75% sementara pemerintah daerah atau kota sedkitnya 40% dari total belanja.”

Sebagai tahun pembelajaran, diharapkan mulai tahun 2013 seluruh kegiatan belanja barang/jasa di lingkungan pemerintah bisa dilaksanakan secara elektronik sepenuhnya. (fan)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: